Kategori
Opini

Peran Media Publik dalam Pembentukan Opini Publik Terhadap China: Studi Kasus Kunjungan IShowSpeed

Bagaimana media China gunakan kunjungan IShowSpeed untuk membentuk opini publik global dan memperkuat citra positif China di mata dunia.

Ditulis oleh Muhamad Rafi, Timothy Enoni Hasmeru Halawa, Alexandra Nur Cahya, dan Siti Aisyah1

Media publik dalam teori diplomasi

Tidak bisa dimungkiri, media digital yang bisa diakses publik dengan mudah memiliki peran dalam dinamika sosial masyarakat internasional. Dalam studi hubungan internasional, media memiliki kemampuan tidak hanya terbatas sebagai penyampai kabar dan informasi, tetapi sebagai sarana konstruksi pemahaman publik akan sesuatu. Pemanfaatannya dalam membentuk persepsi publik bisa digunakan oleh suatu negara demi mencapai kepentingan nasional mereka. Kemampuan ini biasanya disebut sebagai soft power suatu negara karena tidak memanfaatkan kekerasan dan paksaan. Choriyati (2015) menekankan bahwa media massa merupakan alat yang ampuh dalam membentuk citra, memengaruhi sikap, mengarahkan pandangan masyarakat terhadap isu-isu tertentu, dan sebagai senjata strategis dalam perebutan opini publik.

Dalam banyak kasus, media sangat sering digunakan oleh pemerintah China sebagai alat pendukung agenda politiknya (Amjad, 2025). Agenda-agenda yang mencakup diplomasi budaya, promosi nilai, dan pengelolaan narasi mengenai citranya dapat menjangkau sasaran yang lebih luas. Selain itu, penggunaan media juga untuk menangkal narasi tentang China yang telah lebih dahulu dibangun oleh negara-negara barat, seperti Amerika Serikat yang menjadi rival utama China dalam perang geopolitik terkini.

Penggunaan media demi membentuk citra yang baik diwujudkan oleh pemerintah China dengan menitikberatkan narasi dan visualisasi kepada keramahan warga China, kemajuan teknologi yang dimilikinya, dan menunjukkan keadaan stabilitas sosial negaranya. Media massa seperti Lemoneight dan Douyin sering dimanfaatkan menjadi sarana pembentuk persepsi publik, salah satu alasannya karena kedua aplikasi ini secara aktif mempromosikan ideologi negara China melalui narasi “energi positif” (Chen, dkk., 2020). Lebih jauh lagi dapat dengan memanfaatkan tokoh-tokoh publik yang mempunyai pengikut dan pengaruh besar di media-media publik.

Sebuah fenomena yang sangat tersorot belakangan ini adalah kunjungan seorang tokoh publik bernama IShowSpeed yang menjadi momentum peluang bagi media dan juga negara China. Dengan pengikut dari berbagai belahan dunia, aktivitas real-life stream Speed dimanfaatkan oleh media lokal China untuk membangun narasi yang menguntungkan serta dapat memperkuat citra China di mata global.

Penulis berpendapat bahwa media publik memiliki kekuatan untuk membentuk persepsi publik melalui konstruksi narasi yang disengaja dan terarah, yang jika dimanfaatkan secara strategis, akan sangat bermanfaat dalam mendukung tercapainya kepentingan nasional sebuah negara.

Penulis akan membahas kekuatan pengaruh yang dimiliki IShowSpeed, cara media-media China dalam memanfaatkan momentum kunjungan Speed, dan perubahan opini publik. Penulis menyimpulkan bahwa media-media China berhasil membentuk narasi citra positif China secara global melalui pemanfaatan momentum kunjungan IShowSpeed ke China.

IShowSpeed dan kunjungannya ke China

IShowSpeed (Speed) dengan nama asli Darren Jason Watkins Jr. merupakan influencer asal Amerika Serikat dengan basis penggemar global yang mayoritas merupakan remaja. Dengan pelanggan (subscriber) lebih dari 39 juta di YouTube, Speed dikenal dengan konten In Real Life Stream (IRL Stream), selain stream game. Dalam IRL Stream, Speed berkunjung ke berbagai dunia dan menyiarkannya secara langsung kepada publik. IRL Stream menjadi menarik karena menjadi momentum untuk menarik perhatian lintas budaya dan wilayah. Dengan pendekatan Speed yang spontan, menghibur, dan kerap menampilkan momen unik, membuat banyak orang tertarik untuk menonton dan membicarakan berbagai kunjungannya.

Baca juga:  International Organisation for Mediation: Langkah Baru untuk Perdamaian

Salah satu stream yang sangat disoroti secara global adalah stream di China pada bulan Maret kemarin. Speed memulai IRL Stream di China pada tanggal 24 Maret 2025. Dengan suasana yang sudah dibangun sejak IRL Stream sebelumnya, IRL Stream China sangat pecah dan tersorot secara global, sebab kunjungan ini tak hanya dibahas di kalangan penggemarnya, tetapi juga di berbagai media publik, seperti media lokal China ataupun media internasional. Bukan hanya karena kepopuleran Speed yang membuat hal ini disorot, tetapi karena intesitas geopolitik yang sedang memanas antara Amerika Serikat dengan China, sehingga stream ini tidak lepas dari opini bernuansa politik.

Warga China dengan antusias menyambut dan mewadahi kegiatan Speed. Speed mengunjungi beberapa kota besar di China seperti Shanghai, Beijing, Henan, Changsha, Chengdu, Chongqing, Shenzhen, dan Hong Kong. Dalam setiap perjalanannya, Speed menampilkan interaksi langsung dengan budaya lokal, mencicipi makanan khas China, berinteraksi dengan warga, dan memperlihatkan keunikannya dalam merespons berbagai hal yang ia temui. Banyak dari tingkah laku Speed yang menarik saat berada di China. Beberapa di antaranya saat ia backflip di atas Tembok Besar China dan belajar seni bela diri Kungfu secara langsung dari pelatih lokal (ChinaDaily, 2025). Potongan video singkat momen-momen ini banyak dibagikan ulang oleh netizen media sosial dan menjadi bahan perbincangan yang hangat di berbagai platform online (Xinhua, 2025). Tidak hanya menggunakan YouTube sebagai media utamanya, tim Speed juga menggunakan aplikasi khusus China seperti Douyin (Tiktok), Xiaohongshu (RedNote) untuk lebih dekat dengan masyarakat China (Xinyi, 2025).

Speed memberikan pujian kepada masyarakat China atas sambutan hangat mereka. Ia juga memuji kebersihan jalanan dan koneksi internet yang cepat dan stabil saat menggunakan kereta bawah tanah (Bisik.id, 2025). Besarnya berita kunjungan Speed ke China dengan jumlah penontonnya yang mencapai 11 juta saat ke Hong Kong yang diikuti dengan stream di Changsha sebesar 9,5 juta penonton, memberikan kesempatan bagi masyarakat China untuk menarik perhatian penonton lintas negara terhadap kebudayaan dan masyarakat China, sebuah momentum untuk membentuk suatu citra positif.

Perubahan opini publik terhadap China melalui media publik

Kedatangan IShowSpeed ke China tidak hanya menjadi perbincangan di kalangan masyarakat China, tetapi juga menarik perhatian luas dari audiens internasional, khususnya di Amerika Serikat dan Eropa. Salah satu dampak paling nyata dari kunjungan IShowSpeed ke China adalah perubahan reaksi audiens internasional terhadap citra negara tersebut. Sebelum kunjungan ini, opini publik Barat terhadap China umumnya didominasi oleh narasi negatif, seperti isu pelanggaran hak asasi manusia, sensor ketat, serta pembatasan kebebasan sipil. Melalui siaran langsung yang otentik dan tanpa filter, IShowSpeed berhasil menampilkan sisi China yang berbeda: modern, ramah, terbuka, dan kaya akan budaya (China Minutes, 2025).

Media-media seperti China daily, China Digital Time, dan Global Times memanfaatkan momentum kunjungan Speed dengan memuat berita tentang Speed sambil menyelipkan narasi-narasi positif tentang China. Pemanfaatan ini pertama-tama dengan pengunaan bahasa Inggris dalam memberitakannya, sehingga masyarakat internasional bisa membaca narasi yang dibangun–sesuai yang diinginkan oleh China. Penggunaan judul-judul, seperti “Washington builds trade walls, IShowSpeed breaks barriers” (Qing, 2025), “Propaganda no match to human connections”, “IShowSpeed’s China adventure represents a trend of digital ifluencers vridging cultural gaps, offering unfiltered glimpse into country” merupakan strategi yang menyangkal persepsi negatif akan China dan mengubahnya menjadi sebuah citra positif. Dengan narasi “China yang sebenarnya”, media-media ini menunjukkan bahwa persepsi selama ini berbeda dengan kenyataan yang sebenarnya.

Baca juga:  Diplomasi Humana: Menenun Jaringan Empati untuk Masa Depan Dunia

Di Media Sosial seperti YouTube, TikTok, dan X, berbagai tagar yang berkaitan dengan kunjungan Speed menjadi trending dan video-videonya dibagikan secara luas. Tak sedikit netizen yang menyampaikan apresiasi mereka melalui kolom komentar, menyatakan bahwa kunjungan Speed telah membuka mata dunia terhadap keindahan, kecanggihan, dan keramahan yang dimiliki oleh China dan rakyatnya. Dengan komentar-komentar seperti itu, narasi di antara publik dibangun untuk mendukung suatu opini tentang “China sebenarnya” yang bercitra positif.

Reaksi penonton internasional menunjukkan pergeseran persepsi yang signifikan. Komentar seperti “This isn’t the China we see on the news” banyak ditemukan di YouTube dan TikTok. Audiens dari berbagai negara menyatakan keterkejutannya terhadap keterbukaan masyarakat, kemajuan infrastruktur, dan atmosfer sosial yang santai— hal yang tidak mereka temukan dalam pemberitaan media konvensional. Fenomena ini juga menandai pergeseran pola konsumsi informasi generasi muda, yang kini lebih percaya pada konten kreator digital dibandingkan narasi media tradisional. Seperti yang dicatat oleh China Minutes, “Tantangan terhadap narasi Barat tentang China tidak lagi datang dari juru bicara pemerintah, melainkan dari generasi yang lebih percaya pada smartphone dan pengalaman otentik di media sosial.”

Perubahan persepsi ini tidak dapat dilepaskan dari perubahan sumber informasi yang digunakan masyarakat global. Jika sebelumnya opini publik banyak terbentuk dari media publik yang umumnya berasal dari negara-negara Barat, saat ini masyarakat memiliki akses langsung terhadap sumber informasi alternatif, seperti live streaming, vlog, dan media sosial yang lebih personal dan tidak terikat institusi. Konten Speed memberikan “jendela baru” bagi audiens global untuk melihat China secara langsung—bukan melalui narasi politik negara atau juru bicara resmi, tetapi dari pengalaman personal seorang kreator yang dipercaya jutaan pengikutnya.

Media Barat seperti The New York Times, Worldcrunch dan BBC selama ini konsisten membingkai China sebagai negara represif dengan isu-isu utama seperti pelanggaran HAM, ekspansi militer, dan kontrol digital. Berita dan artikel seperti “How China Is Policing the Future” (The New York Times, 2022) dan “How China’s Mass Surveillance Fuses High Tech And Citizen Engagement” (Wu, 2024) yang telah lama memperkuat citra negatif China di mata publik global. Livestreaming IShowSpeed secara tidak langsung menggugat narasi tersebut. Ia menunjukkan bahwa ada sisi lain dari China yang jarang, atau bahkan tidak pernah, diangkat oleh media arus utama: masyarakat yang terbuka, kota yang modern, serta kehidupan sosial yang santai. IShowSpeed melalui kontennya, membuka ruang refleksi bagi audiens untuk mempertanyakan ulang citra China yang mereka pahami selama ini.

Penting untuk dicatat bahwa perubahan opini publik ini tidak langsung menghapus semua kecurigaan atau kritik terhadap kebijakan pemerintah China. Beberapa pihak tetap mempertanyakan tentang niat politik di balik konten Speed. Pernyataan dari tim manajemen Speed sendiri telah mengklarifikasi bahwa tidak ada kerja sama komersial atau dukungan dari pemerintah China dalam kunjungan tersebut (Slipz, 2025). Artinya, narasi yang dibangun memang berasal dari interaksi nyata dan pengalaman pribadi sang kreator, bukan hasil dari strategi propaganda yang terencana.

Baca juga:  Diplomasi Budaya Korea Selatan melalui Drama Keluarga

Dengan demikian, kasus IShowSpeed bukan hanya soal hiburan digital, tetapi menjadi bukti cara diplomasi budaya dan citra negara dapat dibentuk dari masyarakat. Dalam era komunikasi digital, persepsi publik global terhadap suatu negara bisa berubah bukan karena pidato resmi atau kampanye pemerintah, tetapi karena satu konten otentik yang menyentuh jutaan orang. Ini menunjukkan bahwa dalam dinamika geopolitik modern, kekuatan narasi personal dapat menjadi senjata diplomasi yang jauh lebih kuat daripada diplomasi formal itu sendiri.

Manfaat media publik dalam menyusun strategi konstruksi narasi

Diplomasi melalui media publik memiliki kekuatan untuk membentuk persepsi publik melalui konstruksi narasi yang disengaja dan terarah, yang jika dimanfaatkan secara strategis, akan sangat bermanfaat dalam mendukung tercapainya kepentingan nasional sebuah negara.  Media

China memanfaatkan kunjungan IShowSpeed untuk membangun pandangan positif tentang negara mereka di mata dunia. Mereka menyoroti keramahan warga, kemajuan teknologi yang pesat, dan stabilitas sosial yang terjaga di China. Melalui pemberitaan yang terarah, media China berhasil memengaruhi opini publik global dan membangun narasi positif tentang negaranya. Hal ini menunjukkan bahwa media memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik dan dapat digunakan secara strategis untuk mendukung kepentingan nasional negara China, yaitu persepsi yang lebih positif tentang China. Pembahasan ini telah menunjukkan cara media publik memanfaatkan kunjungan IShowSpeed sebagai momentum menampilkan citra positif China kepada dunia.


Referensi

Amjad, S. (2025, February 12). China’s soft power strategy: How culture, media, and technology shape global perceptions. Pakistan Research Center for a Community with Shared Future (PRCCSF) & Communication University of China. https://www.prccsf.com

Bisik.id. (1 April 2025). IShowSpeed di China: Reaksi warga dan sorotan media. https://www.bisik.id/read/ishowspeed-di-china-reaksi-warga-and-sorotan-media-1743550 931666

Burgess, H. & Burgess, G. M. (October, 2016). Louise Diamond & John McDonald’s Multi-Track Diplomacy. Beyond Intractibility.

Chen, X., Valdovinos Kaye, D. B., & Zeng, J. (2021). # PositiveEnergy Douyin: Constructing “playful patriotism” in a Chinese short-video application. Chinese journal of communication, 14(1), 97-117.

Diamond, L. & McDonald, J. (1996). Multi-Track Diplomacy: A Systems Approach to Peace (3rd Ed.). West Hartford, CT: Kumarian Press.

Mcdonald, J. W. (2003). Multi-Track Diplomacy. Beyond Intractability. Diakses pada 12 Juni 2025, dari https://www.beyondintractability.org/essay/multi-track_diplomacy.

Qing, L. (16 April 2025). Washington builds trade walls, iShowSpeed breaks barriers. China Daily. https://www.chinadaily.com.cn/a/202504/16/WS67ff1e96a3104d9fd381fa23.html

Saefurohman, A. (2023). Muhammadiyah Australia College: Antara Internasionalisasi dan Multitrack Diplomacy. Jisiera: The Journal Of Islamic Studies and International Relations, 6(2), 107-127.

Wu, D. (24 Juni 2024). How China’s Mass Surveillance Fuses High Tech And Citizen Snitching. Worldcrunch. https://worldcrunch.com/tech-science/mass-surveillance-in-china/

Xinhua. (5 April 2025). Influencer IShowSpeed ungkap China yang sebenarnya lewat livestream. Antaranews. https://m.antaranews.com/berita/4752421/influencer-ishowspeed-ungkap-china-yang-seb enarnya-lewat-livestream

Xinji, J. (9 April 2025). Need for IShowSpeed: A YouTuber’s Wild Ride Through China’s Internet. Sixth Tone. https://www.sixthtone.com/news/1016928


  1. Rafi, Halawa, Cahya, dan Aisyah merupakan mahasiswa S1 Hubungan Internasional di UPN Veteran Jakarta ↩︎
Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *