Pilihan Jepang untuk melindungi Taiwan tidak hanya soal kepentingan keamanan atau ekonomi, tetapi mencerminkan bagaimana Jepang membangun identitas dan tujuan moralnya sebagai penegak tatanan liberal di Asia-Pasifik.
Pilihan Jepang untuk melindungi Taiwan tidak hanya soal kepentingan keamanan atau ekonomi, tetapi mencerminkan bagaimana Jepang membangun identitas dan tujuan moralnya sebagai penegak tatanan liberal di Asia-Pasifik.
Japan seeks to balance deterrence with transparency, uphold domestic legitimacy, and embed modernization in confidence-building measures to act as a stabilizing anchor in the Indo-Pacific.
In the post-Kishida era, Japan faces internal political shifts, the rise of Sanseito’s anti-foreigner movement, and Trump’s protectionist global policies, pressing Tokyo to adapt its foreign policy amid rising China influence.
Analyzing Japan’s negotiating strategy in the 2025 US-Japan trade deal under conditions of asymmetric power
This research concludes that Sanseito reflects an epistemic crisis in contemporary Japanese democracy and is an important indicator of political fragmentation in the post-democratic era.
Diplomasi Humana hadir untuk mengembalikan fokus diplomasi kepada manusia; bukan sekadar negara, bukan semata institusi, melainkan pada pengalaman hidup, martabat, dan harapan kolektif umat manusia.
Penulis berpendapat dan meyakini bahwa IOMed memikul sebuah harapan akan terciptanya dunia yang lebih damai dan adil.
Drama Korea bukan sekadar hiburan, tapi alat diplomasi budaya yang mempererat hubungan emosional dan pemahaman antara Indonesia dan Korea Selatan.
Instrumen politik internasional penting untuk diketahui mahasiswa dan peminat hubungan internasional, apa saja? Artikel ini mengulas bermacam instrumen yang dilakukan negara dalam arena politik internasional dan contohnya.
Mengulas neorealisme dalam studi Hubungan Internasional dari latar belakang dan alasan, asumsi dasar, fokus analisis, dua varian, teori dan tokoh utamanya.